Showing posts with label sport. Show all posts
Showing posts with label sport. Show all posts

Wednesday, 15 August 2012

Juara Juara Olimpiade sepanjang sejarah

1.Athena 1896 : USA








 2. Paris 1900 : Prancis









Tuesday, 31 July 2012

Kartu Hitam Di Pertandingan Bulutangkis

Untuk kesekian kalinya saya menonton salahsatu olah raga favorit Bulutangkis dengan kecewa dan ini melibatkan pebulutangkis ganda putri Indonesia Greysia P/Meiliana J.  Terlepas dari akibat strategi mengalah yang sebelumnya ditunjukkan oleh ganda Cina Wang/Yu sebagai bagian strategi menghalalkan segala cara China untuk menyapu bersih medali bulutangkis , maka strategi  ‘mengalah’ yang juga dilakukan oleh pasangan ganda putri kita dari pasangan Korea Selatan Ha Jung Eun/Kim Min Jung sungguh memalukan, karena semua penonton bisa membaca nama Indonesia dan bendera merah putih di dada para pemain kita.

Friday, 20 April 2012

Akankah El Classico terjadi di Final Liga Champions?



Hasil undian babak perempat final Liga Champions menempatkan dua seteru, Real Madrid dan Barcelona di jalan yang terpisah. Apakah ini pertanda partai paling panas di muka bumi, El Clasico akan tergelar di final?

Di babak 8 besar, Barcelona sebagai juara bertahan harus lebih dulu bentrok dengan salah satu tim terbesar di Eropa, juara Liga Champions tujuh kali, AC Milan. Bila sukses melewati Rossoneri, di pintu menuju final sudah menghadang pemenang Chelsea kontra Benfica.

Saturday, 31 December 2011

7 Olahraga paling populer di Indonesia

Japan Boxing John TakemotoOlahraga bisa dikatakan menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat Indonesia kesehariannya. Selain untuk menyehatkan tubuh, olahraga juga banyak manfaat dan fungsi lain. Diantaranya adalah sebagai penghilang stress, sumber penghasilan, sebagai penunjuk strata sosial, sebagai propaganda, dll.
 Lalu apa saja olahraga paling popular di Indonesia?  Pertanyaan yang menarik. Karena sebenarnya Negara kita bukanlah Negara yang memiliki tradisi prestasi olahraga yang kuat. Coba bandingkan dengan Amerika, China, atau Rusia. Peringkat perolehan medali kita selalu berada jauh dibawah mereka saat olimpiade. Namun hal itu bukanlah halangan bagi masyarakat Indonesia unuk terus menggemari Olahraga.
Berikut ini daftar 7 olahraga paling populer di Indonesia. Sepeti biasa, saya akan membahasnya dari yang paling buncit terlebih dahulu.

Monday, 28 November 2011

10 bek terbaik sepanjang masa

 Bek atau pemain belakang adalah posisi yang sangat vital dalam dunia sepak bola, merekalah benteng pertahanan yang harus menjaga daerah pertahanan agar para striker lawan tidak dapat membobol pertahanan mereka dan kemudian mencetak gol. Bagi banyak orang , Bek-bek terbaik berasal dari italia, hal ini mungkin karna gaya permainan sepakbola italia memang mengandalakan pertahanannya. tapi ternyata tidak semua bek-bek terbaik di dunia berada di Italia,
Berikut adalah daftar 10 bek terbaik di Dunia sepanjang masa yang didasarkan pada prestasi dan skill rata-rata pemain selama masa bermain :

10. Daniel Passarella (Argentina)

Thursday, 15 September 2011

10 pertandingan terbaik Timnas Indonesia sepanjang sejarah

Sejarah Singkat PSSI


PSSI didirikan oleh seorang insinyur sipil bernama Soeratin Sosrosoegondo. Beliau menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman pada tahun 1927 dan kembali ke tanah air pada tahun 1928. Ketika kembali ke tanah air Soeratin bekerja pada sebuah perusahaan bangunan Belanda “Sizten en Lausada” yang berpusat di Yogyakarta. Disana ia merupakan satu – satunya orang Indonesia yang duduk dalam jajaran petinggi perusahaan konstruksi yang besar itu. Akan tetapi, didorong oleh jiwa nasionalis yang tinggi Soeratin mundur dari perusahaan tersebut. Soeratin dihadapkan pada posisi, "mundur dari perusahaan, atau tinggalkan PSSI". Hal ini tentu menguji jiwa nasionalisme. Soeratin akan kehilangan 1000 gulden per bulan dan kehilangan mata pencaharian serta kesulitan keuangan apabila masih mengurus PSSI. Namun yang terjadi, Soeratin tetap memilih kecintaannya kepada bangsa dan tetap mundur demi memfokuskan daya dan pikirannya di PSSI.
 

Wednesday, 14 September 2011

5 Pemain sepakbola Asia Tenggara yang layak bermain di Eropa

Beberapa pemain sepak bolaasia tenggara yang dinilai layak bermain di liga-liga eropa yang dikenal sebagai liga yang menuntut permainan level tinggi. inilah pemainnya :

1. Hariss Harun ( Singapura/Young Lions )
Usia : 20 tahun
Posisi  : midfielder

 pemain muda ini sangat menjadi bakat terbaik di Singapura. Harun juga menjadi pemain termuda yang mengenakan seragam Timnas Singapura, dan kini disebut sebagai pemain masa depan Singapura, terutama ketika meloloskan Singapura di Kualifikasi Piala Dunia melawan Malaysia.




Saturday, 8 January 2011

Gagal jadi juara AFF, Singapura salahkan Indonesia

Kegagalan timnas Singapura menjuarai Piala AFF 2010 disebabkan karena faktor keberadaan Indonesia Super League (ISL) yang dianggap telah merampas peluang tim berlogo kepala singa itu menjadi juara.




Sebuah media di Singapura, The New Paper menarik kesimpulan Superliga Indonesia (ISL) telah merampas peluang timnas mereka menjuarai Piala AFF 2010. Itu terungkap dari berbagai pendapat dan pengamat sepakbola di negara tersebut.

Kesimpulan mereka, para pemain yang merumput di Indonesia cenderung tidak tampil kompetitif saat bergabung di timnas Singapura.

Delapan pemain timnas Singapura mencari nafkah di Indonesia, yaitu Noh Alam Shah, Muhammad Ridhuan, Baihakki Khaizan, dan Mustafic Fahrudin yang menjalani musim kedua. Sedangkan empat pemain lain menyusul, yaitu Precious Emuejeraye, Shahril Ishak, Khairul Amri, dan Agu Casmir.

Bekas pelatih Tanjong Pagar Tohari Paijan menuturkan selama mengikuti perkembangan ISL, kompetisi di Indonesia dinilainya tidak dikelola secara profesional.

"Terkadang jadwal pertandingan dibatalkan dan tim tidak mengetahui kapan pertandingan berikutnya, jadi bagaimana pemain bisa berlatih dengan benar?" ujar Paijan.

Salah satu contoh adalah sayap Muhammad Ridhuan yang bermain untuk Arema Indonesia. Ridhuan mencetak lima gol dalam delapan pertandingan bersama klubnya, tetapi melempem ketika tampil di Piala AFF. Pemain berusia 26 tahun itu dianggap terlalu lelah mengikuti turnamen sekelas Piala AFF. Tidak hanya Ridhuan, Baihakki, Emuejeraye, Casmir, Amri, serta Alam Shah dianggap tidak tampil memuaskan.

Mereka juga menyimpulkan bahwa para pemain Singapura lebih memilih klub ketimbang timnas. Hal ini berdasarkan pendapat Kadir Yahaya, yang pernah menjadi asisten pelatih Pelita Jaya.

"Para pemain takut cedera karena kalau kembali ke klub dengan kondisi cedera, manajemen klub tak segan memulangkan pemain asing," tukasnya.

"Di ISL Anda dapat merekrut dan memecat pemain asing di tengah musim dan ini bisnis yang bergeliat di sana. Banyak agen pemain menanti kesempatan menawarkan pemain asing ke klub-klub."

Alasan terakhir, akibat bermain di Indonesia membuat para pemain Singapura besar kepala dan merasa sudah jadi bintang.

"Tentu saya ingin bermain lebih lama. Sehabis latihan segalanya bersih karena saya tidak menenteng sepatu atau pakaian kotor. Saya dikerumuni fans dan benar-benar seperti pesepakbola profesional betulan. Siapa yang tidak mau seperti ini?" ujar Baihakki suatu ketika.

Alam Shah mau menghabiskan 15 menit berfoto bersama fans, sedangkan Ridhuan dikenal sebagai R6 selayaknya Cristiano Ronaldo dengan sebutan terkenalnya, CR7.

"Mereka baru bermain di Indonesia, tapi sudah merasa bermain untuk Barcelona," ujar sumber The New Paper.

Sumber lain mengatakan, "Setelah meraih status bintang, mereka pikir mereka pemain besar dan tidak perlu bekerja keras dalam pertandingan,"

"Ketika Fandi Ahmad bergabung dengan FC Groningen, ada dampak positif bagi timnas karena dia menjadi pemain yang lebih baik. Saya kira ini tidak terjadi pada mereka yang merumput di Indonesia."

Berkebalikan dari ucapan pelatih Raddy Avramovic yang mendukung hijrahnya pemain Singapura ke Indonesia, The New Paper menyimpulkan, "hal terakhir yang diperlukan sepakbola Singapura adalah pemain lain yang bergabung ke ISL," jelas media itu.

Wednesday, 15 December 2010

10 pertandingan terbaik Timnas Indonesia sepanjang sejarah

Sejarah Singkat PSSI



PSSI didirikan oleh seorang insinyur sipil bernama Soeratin Sosrosoegondo. Beliau menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman pada tahun 1927 dan kembali ke tanah air pada tahun 1928. Ketika kembali ke tanah air Soeratin bekerja pada sebuah perusahaan bangunan Belanda “Sizten en Lausada” yang berpusat di Yogyakarta. Disana ia merupakan satu – satunya orang Indonesia yang duduk dalam jajaran petinggi perusahaan konstruksi yang besar itu. Akan tetapi, didorong oleh jiwa nasionalis yang tinggi Soeratin mundur dari perusahaan tersebut. Soeratin dihadapkan pada posisi, "mundur dari perusahaan, atau tinggalkan PSSI". Hal ini tentu menguji jiwa nasionalisme. Soeratin akan kehilangan 1000 gulden per bulan dan kehilangan mata pencaharian serta kesulitan keuangan apabila masih mengurus PSSI. Namun yang terjadi, Soeratin tetap memilih kecintaannya kepada bangsa dan tetap mundur demi memfokuskan daya dan pikirannya di PSSI.

Soeratin rajin mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh sepak bola di Solo, Yogyakarta, dan Bandung. Pertemuan dilakukan dengan kontak pribadi secara diam-diam untuk menghindari sergapan Polisi Belanda (PID). Kemudian, ketika mengadakan pertemuan di hotel kecil Binnenhof di Jalan Kramat 17, Jakarta, Soeri, ketua VIJ (Voetbalbond Indonesische Jakarta), dan juga pengurus lainnya, dimatangkanlah gagasan perlunya dibentuk sebuah organisasi sepak bola nasional. Semua pertemuan dilaksanakan secara rahasia dan seringkali menggunakan kurir dalam menyampaikan pesan.

Akhirnya, pada tanggal 19 April 1930, berkumpullah wakil dari 7 Organisasi Sepak Bola yang ada dalam negeri dalam suatu pertemuan bersejarah. Dari pertemuan tersebut, diambillah keputusan untuk mendirikan PSSI, singkatan dari Persatoean Sepak Raga Seloeroeh Indonesia. Nama PSSI lalu diubah dalam kongres PSSI di Solo pada tahun 1930 menjadi Persatuan sepak bola Seluruh Indonesia sekaligus menetapkan Ir. Soeratin sebagai ketua umumnya.

Begitulah sejarah PSSI... Nah selama hampir 80 tahun berdirinya PSSI, Timnas Indonesia pun mengalami pasang surut prestasi.. Meskipun demikian, Indonesia tetap punya pertandingan-pertandingan terbaik sepanjang sejarahnya... Inilah dia 10 Pertandingan Terbaik Timnas Indonesia Sepanjang Sejarah...
Spoiler for 1. Piala Dunia 1938:


Meski pada piala dunia di Prancis ini bukan diwakili timnas sepakbola Indonesia, karena masih di bawah jajahan Hindia Belanda. Tapi Indonesia tetap bangga karena para pemain NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie), tim yang berangkat dengan bendera Hindia Belanda kebanyakan adalah orang pribumi. Semakin menggembirakan karena penampilan NIVU mencatat sejarah sebagai tim sepakbola Asia pertama yang tampil di piala dunia.


Spoiler for 2. Olimpiade 1956:

Lev Yashin

Di ajang yang diselenggarakan di Melbourne Australia, timnas sepakbola Indonesia memang gagal meraih tropi juara. Tapi tim besutan pelatih Toni Pogacknik (Yugoslavia) berhasil membuat sensasi dengan menahan imbang tanpa gol raksasa sepakbola dunia saat itu, Uni Soviet.


Spoiler for 3. Asian Games 1958:


Masih dilatih Toni Pogacknik, pada ajang yang digelar di Tokyo ini timnas berhasil meraih medali perunggu. Cukup berkesan dan sulit terlupakan karena merupakan medali pertama timnas sepakbola Indonesia di ajang resmi turnamen Internasional.


Spoiler for 4. SEA Games 1987:


Bertempat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, timnas sepakbola Indonesia untuk pertama kalinya sukses menjadi juara SEA Games. Adalah Ribut Waidi yang berhasil menyarangkan satu gol ke gawang Malaysia di partai final yang berlangsung seru dan menegangkan.


Spoiler for 5. SEA Games 1991:


Untuk kedua kalinya timnas sepakbola Indonesia berhasil meraih medali emas pada ajang bergengsi antar negara Asia Tenggara yang berlangsung di Manila, Filipina. Di babak pamungkas, Indonesia mengalahkan Thailand 4-3 melalui drama adu penalti.


Spoiler for 6. Piala Asia 1996:



Untuk pertama kalinya dalam sejarah, timnas sepakbola Indonesia berhasil lolos ke piala Asia. Di laga perdana yang berlangsung di Uni Emirat Arab, tim "Merah Putih" membuat kejutan dengan menahan imbang 2-2 Kuwait, pemegang juara piala Teluk. Tidak hanya itu, striker Widodo Cahyono Putra sukses menciptakan gol cantik yang dinobatkan sebagai gol terbaik Asia 1996.


Spoiler for 7. Piala Asia 2004:


Ajang yang berlangsung di China ini merupakan kali ketiga timnas sepakbola Indonesia tampil di even bergengsi antar negara se-Asia tersebut. Di mana di ajang inilah "Pasukan Garuda" berhasil menorehkan sejarah baru, setelah mencatat kemenangan pertamanya di piala Asia dengan mengalahkan Qatar 2-1. Tim besutan pelatih Ivan Kolev (Bulgaria) sebenarnya berpeluang kembali mencatat sejarah lolos ke babak perempat-final. Sayang pada partai terakhir, Indonesia kalah 3-1 dari Bahrain.


Spoiler for 8. Piala Tiger 2004:


Meski gagal meraih juara setelah dikandaskan Singapura di babak final, timnas sepakbola Indonesia sukses melalui babak penyisihan dengan fantastis tanpa kebobolan satu gol pun di ajang ini. Yang paling mengesankan tentunya saat mengalahkan Malaysia di babak semi-final yang berlangsung seru dan dramatis. Indonesia sempat kalah 2-1 pada leg pertama di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, namun Boas Salossa dan kawan-kawan "mengamuk" di kandang Malaysia dan menang 4-1 di hadapan puluhan ribu pendukungnya.


Spoiler for 9. Piala Asia 2007:


Timnas sepakbola Indonesia meraih kemenangan keduanya di ajang piala Asia ketika mengalahkan Bahrain 2-1, tim yang pernah menyingkirkan Indonesia di even yang sama beberapa tahun lalu. Di ajang ini pula, striker Elie Aiboy mencetak gol indah ke gawang Arab Saudi yang membuat publik sepakbola nasional tersentak dan membanjiri stadion utama. Sayang tim yang kala itu di nahkodai pelatih asal Bulgaria Ivan Kolev, gagal lolos ke babak kedua, setelah dikalahkan tim kuat Korea Selatan 1-0 di laga terakhir penyisihan grup.


Spoiler for 10. Piala Kemerdekaan 2008

Meski tampil sebagai juara setelah Libya, yang sedang unggul sementara 1-0, menolak melanjutkan permainan di final. Tapi hasil yang diperoleh timnas sepakbola Indonesia di ajang tersebut menjadi penawar duka. Maklum saja, karena Indonesia sudah cukup lama tidak mampu meraih tropi juara turnamen internasional. Indonesia terakhir tampil sebagai juara di ajang ini pada 1961 dan 1962. Terlebih karena kemenangan itu diraih di tengah kondisi sepakbola nasional sedang terpuruk, akibat krisis kepemimpinan yang melanda PSSI.